Tag Archives: Cinta

Bahagiamu

Anggaplah cinta ini tak pernah terkata Anggaplah rindu ini tak pernah kujaga Anggaplah rasa ini tak pernah tercipta Anggaplah aku tak pernah ada Agar kau bahagia Agar aku bahagia atas bahagiamu   ~ Palembang, 03 Oktober 2014 Iklan

Mungkin Aku

Untuk Rena Kharisma Mungkin aku datang di detik yang tak kau harapkan Hingga cahaya yang coba kupendarkan, tersapu mendung langitmu Mungkin aku hadir di waktu yang membuatmu tak nyaman Hingga aroma hujan yang menguar dari tanah hatiku, lesap terbias terikmu Mungkin aku hanya bisa menjaga rasa, tanpa menjanjikan surga Mungkin aku hanya mampu menyeru rindu, […]

Semangkuk Doa Darimu

Kepada Puan, telah kuterima semangkuk doa yang kau sajikan namun masih ada yang kurasa kurang mungkin kau lupa membubuhkan sejumput senyum hingga kolak ini tak lebih manis dari senyumanmu andai saja bentang jarak ini hanyalah mitos maka setiap senja akan selalu ada mangkuk lainnya yang mengikis haus akibat puasa temu yang kita jalani mari kita […]

Menjelma Nyata

Kepada Puan, ketahuilah, tak ada yang bisa kutuliskan selain semua puisi ini tak ada yang bisa kujanjikan selain segenap hati ini tak ada yang bisa kuberikan selain sepenuh cinta ini tak ada yang bisa kupersembahkan selain kesediaan ini ketahuilah. aku bersedia, Puan, menanggung dera terjarak hampar samudra memikul pilu merindu kamu menanti temu aku bersedia, […]

Jangan Lagi Kau Simpan

Kepada Puan, mengenai senyumku ini ialah yang selalu kau ingini aku tersenyum sebab senyumanmu aku tersenyum sebab merindukanmu maka tersenyumlah, yang paling indah Kepada Puan, untuk apa kau simpan rasa itu? kau tahu seluruhku selalu untukmu dan hatiku cuma punya satu pintu yang hanya akan terbuka, jika itu kamu maka masuklah sesuka hatimu tinggallah selama […]

Menyerah Kalah

Kepada Puan aku pernah merasa jemariku kaku ia menolak menggores tinta menulis puisi aku pernah merasa hatiku beku ia mengelak menggurat cinta di sudut hati namun semua terhempas begitu saja sementara hadirmu selayak ombak yang tak lelah mendikte karang memaksanya kalah dalam perang dingin di batas senja hingga ia pun menyerah dalam debur bena yang […]

Baris Terakhir

“Udah siap?” “Masih deg-degan.” “Semangat, dong!” ucap Zul berapi-api. “Tapi, Zul…, aku–” “Udah, sana, samperin.” Zul mendorong bahu Bayu agar cepat-cepat menghampiri Tiara. Bayu menarik napas dalam-dalam, berusaha mengisi paru-parunya dengan keberanian. Lalu dia tegapkan badannya, seolah semua keberanian itu sudah benar-benar penuh dalam dadanya. Dia melangkah dengan mantap. Tiara hanya berjarak 20 meter di […]