Kemarin sore, ada notifikasi WordPress di ponsel saya. Sepertinya ada yang mengirim komentar atau memberikan like untuk postingan terbaru saya. Memang sudah hampir satu bulan saya tidak menulis apa pun di sini dan sekadar baca-baca saja. Baru kemarin saya kembali menulis, sebuah puisi jenis villanelle. Namun, setelah membuka aplikasi WordPress di ponsel, ternyata notifikasi tersebut […]

Aku ingin selalu ada dalam setiap langkahmu Menghalau derap-derapnya dari kerikil-kerikil tajam Menjadi yang paling bertanggung jawab atas hidupmu Aku ingin mewujud denyut dalam nadimu Hanyut dalam deras desir darahmu, lalu tenggelam Aku ingin selalu ada dalam setiap langkahmu Aku ingin mengeja tiap debar dalam dadamu Menggenggam geletar getirnya hingga redam Menjadi yang paling bertanggung […]

Lebaran kali ini, seperti biasa, aku mudik ke kota kelahiranku: Martapura. Bukan Kota Martapura di tanah Borneo yang kesohor sebagai penghasil batu mulia kelas dunia itu, melainkan Desa Martapura, sebuah desa yang sekarang sudah layak disebut sebagai kota kecil. Letaknya di tepian timur Sumatera Selatan, enam jam perjalanan dari Palembang dan berbatasan langsung dengan Provinsi […]

Aku berdiri di hadapan cermin persegi di bawah pijar lampu kamar indekosku. Rasanya sudah lama aku tak memperhatikan bayangan diriku sendiri seperti ini. Wajah yang sudah hampir 23 tahun bertengger di bagian muka kepalaku ini ternyata sudah mulai terlihat garis-garis penuaannya. Ah, seandainya saja krim-krim anti-penuaan yang bertebaran di iklan-iklan televisi itu juga dibuat untuk […]

Coretanmu lesat lalui zaman Hingga rontok sajak kekakuan Adakah yang lebih mantra dari karyamu? Ini generasiku, lahir dari gores pikirmu Riap di atas bait-baitmu Ini generasiku, titis dari garis pandangmu Lesap dalam puisi-puisimu Atas tonggak-tonggak yang kaudirikan Namamu jadi mata pena kami Walau kau tak hidup seribu tahun Abadilah setiap tetes tintamu Rampung tugasmu, wahai […]

Untuk Rena Kharisma Mungkin aku datang di detik yang tak kau harapkan Hingga cahaya yang coba kupendarkan, tersapu mendung langitmu Mungkin aku hadir di waktu yang membuatmu tak nyaman Hingga aroma hujan yang menguar dari tanah hatiku, lesap terbias terikmu Mungkin aku hanya bisa menjaga rasa, tanpa menjanjikan surga Mungkin aku hanya mampu menyeru rindu, […]

Kepada Puan, telah kuterima semangkuk doa yang kau sajikan namun masih ada yang kurasa kurang mungkin kau lupa membubuhkan sejumput senyum hingga kolak ini tak lebih manis dari senyumanmu andai saja bentang jarak ini hanyalah mitos maka setiap senja akan selalu ada mangkuk lainnya yang mengikis haus akibat puasa temu yang kita jalani mari kita […]