Menjelma Nyata

Kepada Puan,

ketahuilah,
tak ada yang bisa kutuliskan selain semua puisi ini
tak ada yang bisa kujanjikan selain segenap hati ini
tak ada yang bisa kuberikan selain sepenuh cinta ini
tak ada yang bisa kupersembahkan selain kesediaan ini
ketahuilah.

aku bersedia, Puan,
menanggung dera terjarak hampar samudra
memikul pilu merindu kamu menanti temu
aku bersedia, Puan.

seperti yang telah dengan sangat jelas aku sampaikan kepadamu,
hati ini semesta kepunyaan hatimu
diri ini seluruhnya kepunyaan dirimu
rasa ini setiap hastanya ialah milikmu
seperti yang telah dengan sangat jelas aku sampaikan kepadamu.

maka bagian mana lagi yang kau anggap maya?
jika mencintaimu saja serupa niscaya
karena merinduimu saja aku berlumur cahaya

maka bagian mana lagi yang kau pikir hanya dusta?
sebab apa-apa yang aku dan kamu telah menjadi kita
karena segala kata yang kuucap akan menjelma nyata

________________________

Puisi ini diikutsertakan dalam event #DuetPuisi bersama Wulan Martina

Iklan

4 komentar

  1. Indah · · Balas

    As always, sweet. 😉

    1. Karna tadi bikinnya sebelum buka, jadi nulisnya sambil mikirin kurma, mbak 😀

  2. meleleh nih si Puan 😀

    1. masukin kulkas aja biar beku lagi 😀

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: