Rasa

Aku bukan hanya menaruh rasa kepadamu
Tapi aku menancapkan kamu sebagai masa depanku
dalam tiap-tiap spasi di baris-baris doaku

Aku memang tidak pintar merangkai kata,
hingga mengungkapkannya kepada Dia Yang Maha Mengetahui pun,
aku tak bisa

Biarkan geletar namamu di ujung bibirku,
menjadi tinta, menuliskan semuanya

Rasa ini anugerah,
setidaknya bagi jiwaku yang telah temukan cerah

Izinkanlah di detik-detik setelah ini, aku menyusun langkah
Hingga nanti di detik yang entah, Dia berikanku arah

Iklan

11 komentar

  1. Indah · · Balas

    Put, buat siapa ini put? 😀

    1. hahay.. makan2. #eh

      1. ini apaan -,-

    2. buat mbak indah aja ya hehe 😀

      1. Indah · · Balas

        Ah, tidak. *pengsan ditimpuk orang tangerang* 😀

        1. lho, kenapa gitu tiba-tiba ada orang tangerang nimpukin hahaha :p

          1. Indah · · Balas

            Hihi kenapa coba? Ayo di musikalisasi lagi duet sama sany. Menjura 8 penjuru arah mata angin.

            1. puisinya kan cuma 1 sudut pandang mbak, gak bisa lah dibikin duetnya 😛

              1. Indah · · Balas

                Ya udah bikin lagi yang bisa duet. 😀 *maksa*

                1. tunggu karya kami selanjutnya ya hahaha :p

                  1. Indah · · Balas

                    Haha.. Ditunggu. 😉

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: