Jejak Sebelum Pagi

Aku dan rindu yang entah dari mana, senantiasa menunggu senja, menyusun kata merangkai doa, yang akan kulangitkan sebelum malam menua.

Pada tiap-tiap doa yang tak berjeda, tak lelah kutiupkan rapal mantra, agar kaurasa hangat rentang lenganku memeluk erat lelapmu.

Aku dan rasa yang kian bergetar,  kerap menanti datangnya fajar, meninggalkan jejak sebelum pagi bersinar, sebelum cintamu mekar.

Iklan

9 komentar

  1. Shafira Meutia · · Balas

    Buat siapa put? Uhuk anak uh*mka?

    1. lhaaa… buat mbak indah dong :p

      1. Shafira Meutia · · Balas

        Ahaahaha.. *pengsan* 😀

  2. kembang tahu kembang tahu.. pake es nya dikit ya bang .. haha

    1. kayak pernah aja minum es kembang tahu -,-

  3. mizone mizone mizone.

  4. […] Silakan baca juga puisinya di sini -> Jejak Sebelum Pagi […]

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: