Figurative Language

Figurative Language (Bahasa Kiasan) yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah majas, adalah suatu bentuk penyimpangan dari bahasa yang digunakan sehari-hari atau bahasa baku, penyimpangan makna, dan penyimpangan susunan kata-kata dengan tujuan untuk memperoleh makna yang lebih khusus seperti membandingkan atau mengasosiasikan dua hal.

Terdapat banyak sekali bentuk majas yang dikelompokkan dalam beberapa jenis, diantaranya Majas Perbandingan, Majas Pertentangan, Majas Pertautan, dan Majas Perulangan. Namun dalam tulisan kali ini saya hanya akan membahas empat macam bentuk majas yang termasuk dalam jenis Majas Perbandingan yang sering digunakan dalam tulisan, yaitu Alegori, Simile, Metafora, dan Personifikasi.

  • Alegori

Alegori adalah bentuk majas yang menggambarkan sesuatu dengan cara lain, bukan dengan penggambaran yang sebenarnya. Majas ini biasanya berupa sebuah cerita yang mengandung pesan moral.

Contoh:

Perjalanan meraih kesuksesan ibarat perjalanan mendaki gunung. Menyusuri langkah demi langkah yang melelahkan, tak jarang menemui rintangan-rintangan yang tak pernah kita duga. Namun setelah semua proses itu terlewati, kita akan mencapai puncaknya dan seketika semua lelah akan hilang berganti dengan kebahagiaan yang tak terkira.

  • Simile

Simile atau lebih dikenal dengan majas perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Penggunaan majas ini harus menggunakan kata pembanding, seperti umpama, ibarat, bagaikan, layaknya, dll.

Contoh:

– Matamu cemerlang bagaikan bintang yang bersinar di langit.
– Jiwanya bening seperti air di sungai jernih yang bisa kita lihat dasarnya.

  • Metafora

Metafora berasal dari dua kata, yaitu Meta yang berarti menggambarkan perubahan, dan Phor dari kata Pherein yang berarti membawa. ย Jadi Metaphor bermakna membawa perubahan makna baru. Majas ini membuat sebuah perbandingan tapi tidak menggunakan kata penghubung. Metafora menjelaskan sesuatu tidak berdasarkan makan leksikal atau kata demi kata.

Contoh:

– Raja Hutan (Singa)
– Mahkota Wanita (Rambut)

  • Personifikasi

Personifikasi adalah bentuk majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati sehingga terlihat seolah-olah hidup.

Contoh:

– Bulan sabit itu tersenyum manis sekali.
– Matahari sedang marah besar siang ini.

Demikianlah jurnal singkat mengenai materi yang saya dapatkan dari Kelas Menulis Poetica pada hari Sabtu, 13 April 2013 yang lalu. Semoga bisa menambah pengetahuan kita mengenai bahasa figuratif yang biasa digunakan dalam tulisan.

Iklan

3 komentar

  1. mengingatkan saya pada pelajaran SD dan SMP.
    bagus!! ๐Ÿ˜€
    salam kenal juga yaa hehehee ๐Ÿ™‚

    1. terima kasih sudah mampir ya ๐Ÿ™‚
      salam kenal kembali ๐Ÿ˜€

      1. ๐Ÿ™‚

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: