Rasa yang Tak Seharusnya

Kau tahu,
Detik-detik yang kita habiskan dalam hangatnya kebersamaan
Detik-detik yang kita hiasi dengan lepasnya gelak tawa
Detik-detik yang kita warnai dengan cerianya canda tawa
adalah detik-detik paling bahagia dalam hidupku

Kau tahu,
Detik-detik yang terjadi di sepanjang perjalanan kita
Detik-detik yang menjadi saksi betapa cinta tumbuh di hatiku
Detik detik yang terasa begitu cepat berlalu saat kau di sisiku
adalah detik-detik paling berharga dalam hidupku

Tapi yang kutahu,
bagimu, detik-detik paling bahagia dalam hidupku itu
tak lebih dari perpindahan waktu yang biasa-biasa saja

Tapi yang kutahu,
bagimu, detik-detik paling berharga dalam hidupku itu
tak ubahnya gerak semu sang waktu yang tak pernah lekat di ingatanmu
Sedangkan di sudut-sudut hatiku, semua detik-detik itu
kuukir dan kulukis dengan tinta terindah yang kumiliki
Sedangkan di setiap napas yang kuhela, semua detik-detik itu
adalah udara yang mengalir hingga memenuhi rongga dadaku

Kau sungguh telah miliki hatiku sepenuhnya,
Sorot matamu adalah cahaya bagi gelapnya ruang jiwaku
dan suaramu adalah simfoni bagi sepinya keterasinganku

Dan cinta yang kau biarkan tumbuh hingga mengakar di hatiku itu
Kau anggap sekadar secuil rasa yang tak seharusnya kujaga
Padahal aku selalu berharap kau akan membalas cinta yang ada
Namun harapanku hanya berakhir dalam lingkaran yang kausebut ‘teman’

Mungkin kau benar dan aku salah
Rasa yang tak pernah sedetikpun kauanggap ada
Rasa yang tak pernah sedikitpun menarik perhatianmu
Tak seharusnya kubiarkan tumbuh hingga mengakar kuat
Tak seharusnya kubiarkan mengambil alih semua cinta
dan memberikan seluruhnya hanya kepadamu
Kepada jiwa terindah yang selama ini ada di sisiku
Kepada sahabat yang kuinginkan jadi kekasihku

Mungkin kau benar dan aku salah
Bahwa kau dan aku bersatu dalam genggaman rasa yang kusebut cinta
Hanya akan menjadi sebab bagi luka
yang tak pernah kita tahu kemana arusnya
Dan katamu kita lebih baik tetap seperti ini

Ternyata kau memang benar
Rasa ini tak seharusnya ada

Puisi ini dibuat untuk Aini W.K. Semoga puisi ini sesuai dengan hatimu ya πŸ™‚

Iklan

14 komentar

  1. wah dalam ya bung.
    kilse sih sahabat jadi cinta.
    based on true story kah?

    1. sepertinya begitu, Mas πŸ™‚
      tapi ini bukan true story saya πŸ˜€

  2. terharu. licik nih ka aini doang yang di buatin !

    1. dia emang minta buatin, Uni, sesuai sama kisah dia πŸ˜€
      kalo uni mau, sini sini curhat dulu :p

  3. TJIYEEEEEEEEE. so sweet

    1. so sweet opo mbak, sedih ini 😦

  4. Telen batagor! mana buat aku puput??

    1. aaaak! puisi yg gimana, Mbak aja curhatnya belum lengkap gitu 😦

      1. hahaha.. aku mau puisi ttg Papua πŸ™‚ seriusan

  5. Shafira Meutia · · Balas

    Ini mau kasih peluknya ke Aini dong yah πŸ˜›

  6. […] Silakan baca juga puisinya di sini -> Rasa yang Tak Seharusnya […]

  7. waw!

    waaw!!

    waaaw!
    *terpesona*

  8. […] Rasa yang Tak Seharusnya. […]

  9. wawww kena banget

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: