Seikat Rindu

Selekas jingga ditelan kelam
Entah di mana lagi kutemu malam
Isyaratkan cinta yang kugenggam
Kerontang dalam hati yang bungkam
Apakah setia yang telah kutanam
Terkoyak khianat yang kautikam?

Rasanya tak perlu kutanya lagi
Ibarat menanti padamnya matahari
Namun cahayanya tak jua mati
Dan seikat rindu yang penuh duri
Untukmu yang telah patahkan hati

Puisi ini adalah sebuah puisi akrostik dengan rima a/a/a/a.
Puisi akrostik merupakan sebuah puisi yang huruf-huruf awal atau akhir pada tiap larik akan membentuk sebuah kata atau kalimat lain jika dibaca secara vertikal. Dalam puisi ini, kalimat yang terbentuk adalah judul dari puisi ini sendiri: Seikat Rindu.

Iklan

4 komentar

  1. Teguh Puja · · Balas

    Menahan diri untuk tidak membagi rindu, karena orang yang sebelumnya dirindu telah melukai hati.

    Rasanya pilu.

    1. Begitulah, Mas Teguh. ๐Ÿ˜€
      Terima kasih apresiasinya, Mas. ๐Ÿ™‚

  2. Pengalaman pribadi kayanya nih! ๐Ÿ˜›

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: