Stream of Consciousness

Stream of Consciousness (SOC) secara harfiah berartialur kesadaran atau arus pemikiran. Dalam dunia kepenulisan, SOC adalah sebuah jenis penulisan narasi yang menggambarkan perasaan dari tokoh yang ada di dalam tulisan tersebut. Dengan kata lain SOC adalah narasi yang menyajikan isi hati atau pembicaraan si tokoh tersebut dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu SOC bisa juga disebut Inner Monologue.

Biasanya SOC hanya digunakan dalam 2 jenis Point of View: First Person Point of View atau sudut pandang orang pertama (POV 1) dan Third Person Point of View atau sudut pandang orang ketiga (POV 3). Di bawah ini adalah contoh penerapan SOC dalam POV 1:

Aku tidak ingat apakah aku memang melihat darah sebelum menyurukkan kepala ke dalam pelukan Ibu, atau aku sendiri yang memoleskan unsur “darah” itu dalam ingatanku dengan kuas besar. Tapi aku mendengar. Dan apa yang kudengar itu sudah cukup untuk membuatku ketakutan setengah mati. (Life of Pi: hal. 65)

Di bawah ini adalah contoh penerapan SOC dalam POV 3:

Ah, rupanya pencarianku terhadap Melodi masih belum berakhir,” Rino mengucap dalam hatinya. “Kasihan Melodi, apakah ia baik-baik saja?” Pikiran Rino hanya tertuju pada kondisi Melodi sekarang, sambil mencari pengungsian yang dimaksud. (Akhir Penantian)

Melalui 2 contoh penerapan SOC dalam POV yang berbeda di atas, jelas terlihat perbedaannya. Dalam contoh yang pertama, pembaca akan merasakan menjadi “aku” atau si tokoh dalam tulisan tersebut, hingga menghilangkan jarak antara tulisan dengan pembaca. Sedangkan dalam contoh yang kedua, kita bisa melihat bahwa si tokoh utamanya (Rino) berbicara kepada dirinya sendiri, sehingga tercipta jarak antara tulisan dan pembaca.

Dalam sebuah tulisan, SOC dapat digunakan dari paragraf pertama hingga akhir tulisan. Tulisan seperti ini disebut dengan SOC murni, dimana tidak terdapat dialog sepanjang tulisan. Dalam Lukisan Hati karya Teguh Puja, dari awal hingga akhir tulisan hanya menggunakan SOC dengan POV 1, tidak terdapat dialog, hanya berupa pemikiran tokoh anak yang menjelaskan tentang sikap tokoh utama (Ibu) yang berubah setelah mengagumi ustadz di televisi. Maka tulisan Lukisan Hati termasuk dalam SOC murni. Jika dalam tulisan tersebut diselipkan dialog, maka tulisan itu tidak lagi termasuk SOC murni, melainkan SOC tak murni.

Demikianlah penjelasan singkat tentang Stream of Consciousness yang saya dapatkan dari materi Kelas Menulis Poetica melalui Mas Teguh Puja. Setelah jurnal ini, saya akan mencoba menulis sebuah cerita dengan genre thriller yang menggunakan Stream of Consciousness.

Terima kasih.

Iklan

One comment

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: