Aku Rindu Kamu, Hening

Senyap, aku benar-benar merindukanmu
Kesunyian yang kau cengkramkan pada hatiku
benar-benar menenangkanku
Keheningan yang kau nyanyikan pada jiwaku
benar-benar terdengar merdu

Pada samar suara jangkrik
Pada detik-detik yang berisik
Aku tak merasa terusik
Ada damai yang kupetik

Ribuan menitku terisi sesak oleh kegaduhan
Setiap pagi selalu kutemui deru kendaraan penuh di jalan
Para tetangga bergosip riuh tak tertahankan
Bahkan pertengkaran cicak yang tak bisa kupisahkan

Mendengar sahutan dengkuran tak pernah membuat tidurku lelap
Gombalan para remaja terdengar bagai buih yang menguap
Janji janji pemimpin yang diobral terlihat seperti tayangan para pesulap
Kericuhan macam itulah yang selalu kutemui dalam hari-hariku yang pengap

Aku seakan mengerti melodi alam
Yang dilantunkan sunyi kala malam
Rasanya semua bising terbungkam
Dalam dekapan cahaya temaram
Aku ingin hening yang kejam
Tikam malam hingga padam

Di horizon timur, mentari hadir lagi
Membawa bising ke permukaan pagi
Kemana sunyi?
Kemana sepi?
Aku tak mau semua gaduh ini
Aku tak mau hirup udara pagi
Aku mau sunyi!
Aku mau sepi!

Andai saja aku dapat membungkam semua mulut para pembual
Maka tidak akan pernah lagi kusapa pagi dengan rasa sesal
Pasti akan kupasang muka ini dengan topeng lain selain topeng tebal
Tapi ternyata di negeri para bedebah ini masih saja kutemui kericuhan massal

Semua aneh
Bahkan kadang cuaca pun berubah jadi nyeleneh
Para pemberontak bisa terbungkam hanya dengan dilempar kepingan uang receh
Maka tak heran banyak benih yang mulai tumbuh makin hari malah makin membleh

Hei, senyap, di mana kamu?
Aku sungguh rindu hadirmu
Kulempar tanya ke segala penjuru
Tak ada jawaban yang kumau

Semua bising ini terlalu egois
Seperti hujan yang menghardik gerimis
Semua seperti dihasut iblis
Semua tenang dilahap habis
Semua damai dibunuh dengan sadis
Ironis!

Setiap malam yang semakin larut kupaksakan mataku untuk terpejam
Mungkin saja dapat kutemui hening sebagai alat untuk meredam
Meredam kegaduhan dan keanarkisan suasana yang membuat hari temaram
Kesunyian nyayian jangkrik atau obrolan santai cicak pasti bisa membuat hatiku tenteram

Adalah aku yang sangat merindukan hening
Adalah aku yang sangat membenci semua hal bising
Adalah aku yang sangat mendambakan air yang berdenting
dan adalah aku yang sangat menghindari semua hal yang tidak penting

Aku rindu kamu, hening…

Tulisan Kolaborasi Putra Zaman (@poetrazaman) dan Insany Camilia Kamil (@Brightsunn).

Iklan

One comment

  1. […] Tema hari kelima adalah “HENING”. Hari kelima saya berkolaborasi bersama dua orang dan menghasilkan 3 tulisan yang berbeda. Yang pertama adalah @Brightsunn yang pada hari ketiga kami sudah berkolaborasi, namun karena hari itu saya merasa tidak sepenuhnya menyelesaikan tulisan kami, maka saya meminta dia untuk kembali berkolaborasi bersama saya, kolaborasi kami menghasilkan 2 puisi dengan judul Mencinta Tanpa Suara dan Aku Rindu Kamu, Hening. […]

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: