Rasa Tersimpan

Tak terhitung lagi sudah berapa senja yang aku lewati
tanpa ucapan cinta yang manis darimu
Tak terhitung pula sudah berapa purnama sempurna
dan bulan sabit merah yang aku saksikan
tanpa membaca puisipuisi indah karyamu
puisipuisi tentang kita

Sampai detik ini aku masih belum bisa temukan jawaban
atas satu tanya tentang semua rasa yang masih tersimpan
tersusun rapi di lacilaci hati ini
Rasa yang tak akan pernah mungkin terbagi kepada siapapun
dan jujur saja, aku tak ingin rasa ini pergi

Sebetulnya aku tak butuh jawaban apaapa
karena semua sudah tertanam dalam setiap simpul syaraf di otakku
Rasa ini seperti sudah mengaliri setiap tetes darah di tiap jengkal pembuluh nadiku
hingga rasa ini benarbenar tak bisa mati

Setiap pagi, ketika aku baru saja terjaga dari mimpi indah tentangmu
senyum manismu selalu membekas di benakku
membawa bahagia dalam harihariku

Mungkin terlalu berlebihan jika aku katakan bahwa aku mencintaimu sampai aku mati
dan aku tahu sepenuhnya, kau tak akan percaya pada katakataku yang berlebihan tadi
Tapi aku tak bisa memaksamu, dan aku tak akan memaksamu percaya
Karena bagiku, mencintaimu adalah anugerah terindah
yang Tuhan berikan dalam hidupku
Maka biarkanlah aku mengeja setiap rasa yang tersisa
biarkan kusimpan rasa terindah ini di satu tempat rahasia
hingga tak akan ada yang bisa mencurinya
Hanya kau yang boleh menagihnya kembali

Pagi ini aku bereskan lagi rindurindu yang berserakan di lantai hatiku
yang sudah berdebu sejak kau biarkan ruang ini kosong
Kususun lagi rindurindu itu dengan serangkaian kenangan manis kita saat hujan reda
saat pelangi melengkukan senyum terindahnya buat kita

Sudahlah, kenangan tak punya arti lagi saat ini
kenangan hanyalah puing yang tersisa di sudut ingatanku
tapi aku mencintaimu tanpa batas waktu
tak peduli kemarin, hari ini atau besok
aku hanya mencintaimu sekali saja: seumur hidupku.
Terserah kau izinkan atau tidak, aku akan tetap mencintaimu
Ada maupun tiada bagimu, rasa ini akan tetap kujaga
kusimpan rapi dalam laci harapan
Siapa tahu, nanti di satu pagi atau senja yang biasa
cinta memberi kesempatan lagi bagi kita

Karena aku mencintaimu
bahkan ketika telah kau hapus segala asa
dan aku tak lagi berharap
aku akan tetap mencintaimu.

Iklan

One comment

  1. […] Silahkan baca juga puisinya di sini -> Rasa Tersimpan […]

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: