Untukmu

Tak mampu kugerakkan bibirku
Tak juga keluar kata-kataku
Setiap kutemu tatapan teduhmu
Seperti bisu, lidahku terasa kaku
Tertegun menikmati indahnya tatapmu

Hanya diam, bahasa yg selalu kuucap
Tentang rasa yang telah dalam meresap
Tentang cinta yang telah lama terendap
Tentang rindu yang seringkali menyelinap
Tentang semua yang tak mampu kuungkap

Sosokmu penuhi ruang hati
Bayangmu selalu hadir dalam mimpi
Namamu tak henti bergema dalam relung jiwa ini
Rindumu bagai dentingan melodi
Yang senantiasa kusimpan dalam nurani
Perhatianmu bagai lantunan simfoni
Mengusir sepi dalam hati yang sempat terkunci

Dan hadirmu adalah anugerah
Bagai tanah kering yang kemudian basah
Oleh hujan yang terus tercurah
Melengkungkan pelangi indah
Yang telah lama tak singgah
Di langit hatiku yang pernah resah

Dan jika segenap hati ini kupersembahkan
Dengan semesta rasa yang telah nyaman
Dalam cinta yang tumbuh perlahan
Dan rindu yang senantiasa tersimpan
Akankah kau izinkan
Hatimu kujadikan tujuan
Cinta dan rinduku yang telah temukan jalan?

Karena di kerajaan hati ini
Kau telah miliki tahta tertinggi
Dan kucintai dirimu sepenuh hati
Tanpa karena dan tanpa tapi

Iklan

One comment

  1. […] kritik dan kripik. Sekian dan terima kiriman coklat ataupun buku **** puisi karya Putra Zaman : https://erasson.wordpress.com/2011/11/14/untukmu/ dan beberapa kutipan dari tulisan Kak Puthut dan Kak Dhila […]

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: